Kamis, 07 November 2019

Chapter VI There is and There are

3.6 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait keberadaan orang, benda,
binatang, sesuai dengan konteks penggunaannya. (Perhatikan unsur kebahasaan there is/are)

4.6 menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait keberadaan orang, benda, binatang, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

There is and There are

There is dan There are digunakan untuk menunjukkan eksistensi atau keberadaan sesuatu baik benda, binatang, manusia dan lainya. Atau dengan kata lain arti secara leksikal adalah “Ada” Perbedaan dari keduanya adalah; 
There is digunakan untuk benda tunggal(singular) 
There are untuk benda jamak (plural).

Contoh:
1.
There is a pedicab on the corner
2.
There is an apple tree in the park. The apple tree has lots of fruit
2.
There are some people who cross the pavements.
3.
There many traffic lights in the city.
4.
There is a little dicipline on the road
5.
There is much smoke on the road.
6.
There are a few people who wear helmet
7.
There are a lot of vehicles in big cities.

Pada contoh di atas terdapat penggunaan article(kata sandang) a dan an yang berarti tunggal.
a: sebuah, seorang, seekor. Digunakan apabila suatu benda/subjek berawalan huruf konsonan (selain a,i,u,e,o)

an: sebuah, seorang, seekor, satu. Digunakan apabila suatu benda/subjek berawalan huru vokal (a,i,u,e,o).

Selanjutnya, kita akan belajar mengenai : much, many, a little, a few, some, several a lot of.
Much: banyak, diguanakan untuk benda tak dapat dihitung(uncountable nouns)
Many: banyak, digunakan untuk benda dapat dihitung (countable nouns)
A lot of: Banyak, digunakan untuk benda baik yang dapat dihitung maupun tidak dapat dihitung.
A little: sedikit, digunakan untuk benda tak dapat dihitung (uncountable nouns)
A few: sedikit, digunakan untuk benda dapat dihitung (countable nouns).
Some/several: beberapa digunakan baik untuk benda dapat dihitung maupun tidak.

Berikut akan penulis contohkan benda tunggal (singular) maupun benda jamak (plural)
Benda tunggal: a cat, one motorcycle, an egg, the sun,  water, some ink, etc.
Benda jamak: Some students, many trucks, nine mangoes, etc.

Berikut penulis contohkan benda dapat dihitung(countable nouns) dan benda tak dapat dihitung(Uncountable nouns):
Benda dapat dihitung: one bicycle, an umbrella, one hundred balls, four wheels, some women, several mice, etc.
Benda tak dapat dihitung: some water, much money, the sand, sugar, etc.
Catatan:
Untuk benda tak dapat dihitung yang menempati suatu wadah atau tempat/container, maka dianggap bisa dihitung namun yang dijamak adalah wadahnya bukan isinya. Contoh: two glasses of milk, two kilograms of sugar, etc.

Selasa, 01 Oktober 2019

Penilaian Tengah Semester 1 Kelas 8

Penilaian Tengah Semester 1 Kelas 8


1.  Session I


2. Session II

Kamis, 29 Agustus 2019

Chapter V (Greeting Card)

3.5 membandingkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks khusus dalam bentuk greeting cards, dengan memberi dan meminta informasi terkait dengan hari-hari spesial, sesuai dengan konteks penggunaannya.





4.5 menyusun teks khusus dalam bentuk greeting cards, sangat pendek dan sederhana, terkait hari hari spesial dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai konteks. 


Greeting Card




Greeting Card adalah text yang berupa kartu ucapan yang diberikan kepada seseorang pada saat tertentu/mengalami peristiwa tertentu, Baik peristiwa yang menggebirakan maupun peristiwa yang menyedihkan.


Soal yang biasanya ditanyakan dalam greeting card:


  • A. Function/purpose of the card: fungsi/tujuan ditulisnya kartu tersebut.

–          What is the function of writing the card?
–          The card is written to…….
Menurut tujuan/fungsinya, greeting card dibedakan menjadi beberapa jenis:


  • B. To congratulate: untuk menyelamati

Greeting card tersebut diberikan untuk moment /peristiwa yang menyenangkan,Biasanya
menggunakan kata “Congratulation on…/ I congratulate you on….,
Happy New Year, Marry Christmas)
Peristiwa yang menggembirakan tsb seperti: (hafalkan kosa-kata berikut)
– New baby born                                                        : Kelahiran bayi
– Birthday/ return of the day                                       : ulang tahun
– Graduation/finishing study/getting new degree           : lulus/mendapat gelar
– Inauguration                                                            : Wisuda/pelantikan.
– Getting New Job                                                       : mendapat pekerjaan baru
– Winning the contest                                                  : Menang lomba
– Engagement                                                             : tunangan
– Getting marriage/wedding                                         : pernikahan
– Anniversary                                                              : Hari jadi
– New Years Eve                                                          : Malam tahun Baru
– Valentine day                                                           : Hari kasih saying
– Christmas Day                                                          : Hari Natal
– Lebaran Day                                                             : Hari Lebaran
– Circumcision                                                            : Khitanan

C.   To wish/to pray  : Untuk mendoakan
Greeting card yang menggunakan kata “wish, I pray, I hope” bisa digunakan untuk mendoakan
orang yang mengalami musibah, atau mendoakan seseorang di saat peristiwa special tertentu, misalnya Lebaran day, Fasting Month. Contoh ungkapan:


  • I pray for your heal/ I wish you to be better/ I hope you will get better condition soon”
  • I pray fou your better spirit in this special Day / I wish God always bless you

D.  To show sympathy: untuk menunjukkan simpatik/belasungkawa.
Greeting Card tersebut diberikan untuk moment/peristiwa yang menyedihkan, seperti:
– Sick /ill/ hospitalized people               : Orang sakit
– Disaster/accident/bad news                : Bencana/kecelakaan/berita buruk.
– Passing/dead/departed people            : Orang meninggal dunia

Contoh ungkapan:


  • I say my condolence on the passing of…./ My deep condolence of Mr. manto’s passing
  • I was very sorry I heard you were hospitalized. May you will get better soon..

E.  Addresser/writer and addressee/receiver: pengirim dan penerima kartu.
–          Who wrote the card?
–          Who is the addresser of the card?
–          Who is the receiver of the card?
–          The card is sent for…..
Untuk menjawab soal tersebut, pahami siapa yang mengirm dan siapa yang menerima.

F.  Reference : menanyakan kata ganti ( pronoun)
–          The word “I” in the text refers to………
–          What does the word “you” in the text refer to?
Untuk menjawab soal tersebut, pahami bahwa kata “I/me/my” dalam text kembali ke “writer/penulis” sedangkan kata “you/your” kembali ke “penerima.
Pelajari kembali table pronoun berikut ini:

NoSubject pronounObject pronounPossessive adjectivePossessive pronoun
1IMeMy bookmine
2YouYouYour bookyours
3WeUsOur bookours
4TheyThemTheirTheirs
5HeHimHer bookHers
6SheHerHer bookHers
7ItItItsIts
Vocabularies:
– To congratulate: to give congratulation: Untuk menyelamati.
– To celebrate: to commemorate: Untuk merayakan;
– Party: reception: feast: pesta
– Bereavement: berduka cita karena kehilangan seseorang.
– Condolence: duka cita/ belasungkawa
– Sorrow at/for/over: berduka cita
– Proud: bangga

Materi tentang greeting card dapat didownload di sini:

https://drive.google.com/file/d/1V4VkD8XYEl2KZJ-jytU0Ki5JTYL0CLv6/view?usp=sharing

Sebelum mengerjakan, pelajarilah terlebih dahulu materi diatas!

Rabu, 28 Agustus 2019

Chapter IV (Asking and Giving Permission)

3.4 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi interpersonal lisan dan tulis yang melibatkan tindakan menyuruh, mengajak, meminta ijin, serta menanggapinya, sesuai dengan konteks penggunaannya.

4.4 menyusun teks interaksi interpersonal lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan menyuruh, mengajak, meminta ijin, dan menanggapinya dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.


Asking and Giving Permission


Asking permission berarti meminta izin dari seseorang, 
giving permission sebaliknya memberikan izin
Berikut ini penulis akan memberikan contoh-contoh ekspresi/ungkapan meminta sekaligus memberikan izin.

Asking permission
                         Giving permission
Accepting
Refusing
-        May I....?
May I use your computer?
May I wash my hands?
May I borrow your money, please?
-      Can I....?
Can I ask you a question?
Can I open the door, please?
Can I help you?
-        Do you mind ....?
Do you mind if I turn on the fan?
Do you mind if I smoke here?
-        Is it okay....?
Is it okay if I eat here?
-        Would it be all right ....?
Would it be all right if I come in?

-      Sure
-      All right
-      No problem
-      Here you are
-      Yes, please
-      Please feel free          
-        I’m sorry. You can’t
-        I’m afraid you can’t
-        No, please do

Dialogue 1
Roni
:
Tan, It’s very hot in this room. Can I open the windows and the door?
Tania
:
Sure. And you can turn on the fan, too.
Roni
:
Okay tan, Thank you.
Tania
:
You’re welcome.

Dialogue 2
Receptionist
:
The doctors are on the way going here. We’re sorry for that. Please wait a minute.
Patient
:
May I go to the toilet before the doctors come?
Receptionist
:
Yes, please. The toilet is located in the corner.
Patient
:
Thank you.
Receptionist
:
You’re welcome.

Chapter IV (Giving Instruction/Imperative)

3.4 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi interpersonal lisan dan tulis yang melibatkan tindakan menyuruh, mengajak, meminta ijin, serta menanggapinya, sesuai dengan konteks penggunaannya.

4.4 menyusun teks interaksi interpersonal lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan menyuruh, mengajak, meminta ijin, dan menanggapinya dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

Giving Instruction/Imperative


Imperative memiliki dua tipe yaitu command danprohibition
Command adalah perintah, sedangkan prohibition adalah larangan.


Untuk membentuk kalimat imperatif, kita gunakan kata kerja (verb 1) bentuk pertama (present) juga di sebut infinitive tanpa to.
Contoh:
-          Open the door!
-          Peel the apple!
-          Wash the vegetables!
-          Pour the water!
-          Type the message!
-          Listen to me!

Kata yang dicetak tebal adalah kata kerja yang digunakan untuk membuat kalimat perintah.
Untuk memperhalus perintah kita dapat menggunakan kata “please” sehingga kalimat ini disebut  Request atau permintaan/permohonan. Contoh: Close the windows, please. Please clean the class room!

Terdapat 2 jenis kalimat perintah:
1.
Command
Contoh:
-          Boil the water for 15 minutes!
-          Put the sugar and the coffee into the cup!
-          Open the windows, please!
-          Just wait a minute, please
-          Let’s sing a song together!
-          Please sweep the floor!
-          Wait for seconds!
-          Save the documents!
-          Shutdown the computer!
-          Log into your facebook account!
-          Be patient to wait your computer to load!
-          Be careful!
Catatan:
Kalimat perintah yang diikuti kata sifat atau kata benda diawali –to be
Contoh:
Be careful!
Be brave!
Be a good boy!

2.
Prohibition (Larangan)
Untuk membentuk kalimat larangan biasanya kita dapat menambahkan kata “do not” atau don’t, atau no.
Contoh:
-          Do not eat before it is warm.
-          Do not log out your account!
-          Stop smoking/No smoking!
-          Don’t enter the room!
-          Do not cheat in the examination!
-          No entry!
-          Don’t be angry!
-          Do not be jealous!
-          Don’t be lazy!

Catatan:
Untuk membentuk kalimat larangan yang diikuti kata sifat(adjective) atau kata benda (noun) ditambahkan –be/to be.
Contoh:
Don’t be shy!
Do not be late!

Dialogue 1
Adnan         : Udin, let’s go out. Don’t be lazy. Get up and have some exercise outside!
Udin           : Okay. Wait. Let me put on my shoes.
Dialogue 2
Shidqi         : It’s hot dark in this classroom. Please turn on the lamps, Fatimah!
Fatimah      : Sure.
Shidqi         : Thanks, Fatimah.
Fatimah      : You’re welcome.
Dialogue 3
Ani              : Mom, I have to go now.
Mother        : Okay, Don’t forget to bring the umbrella, honey. It’s going to rain.
Ani              : Yes, mom.
Mother        : Be careful, honey.
Ani              : Thank you mom. Good bye

 

Aisyah_Zakiyah's Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design