3.3 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait keharusan, larangan, dan himbauan, sesuai dengan konteks penggunaannya (Perhatikan unsur kebahasaan must, should)
4.3 menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait keharusan, larangan, dan himbauan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
Suggestions and Obligation
2. Must
Mustartinya harus/wajib, yaitu sesuatu yang harus dilakukan dan dikerjakan, jika tidak akan ada konsekuensinya.
Pattern/pola:
S + must + V1 (+)
S + must be + Adjective/noun/adverb
Untuk membentuk kalimat negatif kita menambahkan –not setelah must.
Untuk membentuk kalimat tanya kita letakkan must di depan kalimat.
Contoh:
Robert must wear his OSIS uniform on Monday. (Robert harus/wajib memakai seragam OSIS pada hari senin.)
You must not put on sandals during the school hours.
They must not be noisy in the classroom.
She must be on time.
Must we obey the school rules? Yes, we must. No, we must not.(Apakah kita harus mematuhi peraturan sekolah? Ya. Tidak.)
Contoh Dialog Obligation:
Dewa
:
Wi, is it Monday?
Dewi
:
Yes, it is. why?
Dewa
:
Upz, I forget to put on my cap.
Dewi
:
What? Do you forget that today we will have a flag ceremony? You must put on you cap Dewa, otherwise you’ll get punishment.
Dewa
:
Yeah, I think today is Tuesday. I know that. What should I do?
Dewi
:
Well, you have thirty minuntes to go home and take your cap right away.
3.3 menerapkan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan teks interaksi
transaksional lisan dan
tulis yang melibatkan
tindakan memberi dan
meminta informasi terkait
keharusan, larangan, dan
himbauan, sesuai dengan
konteks penggunaannya
(Perhatikan unsur
kebahasaan must, should)
4.3 menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait keharusan, larangan, dan himbauan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks
Asking and giving suggestion
Untuk memberikan saran (suggestions) dalam Bahasa Inggris kita dapat menggunakan “should” dan “should not”.
Untuk menyatakan kewajiban / keharusan (obligation) kita dapat menggunakan modal “must” dan must not”.
3.2 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait kemampuan dan kemauan, melakukan suatu tindakan, sesuai dengan konteks penggunaannya. (Perhatikan unsur kebahasaan can, will)
4.2 Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait kemampuan dan kemauan, melakukan suatu tindakan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
Stating willingness
Willingness berarti kesediaan, kemauan untuk melakukan sesuatu. Untuk menyatakan itu kita dapat menggunakan modal –will/would. Yang berarti akan/mau/sedia.
Will dan would memiliki kesamaan. Perbedaannya adalah Will digunakan untuk bentuk present tense (Sekarang) dan would untuk bentuk lampau.
Pola umum:
S + Will/would + V1 (+)
S + Will/Would + not + V1 (-)
Will/would + S + V1? (?)
Contoh:
-I will visit your house.
-She will come to your bithday party.
-They will help you if you want.
-He would go there.
-Mom and Dad would leave the room.
-Dodi will not (won’t) pay the bill.
-Ririn would not (wouldn’t) take part in the competition.
-Will Tina go with Arum tonight? Yes, She will. No, She will not (won’t).
-Would you come here? Yes, I would. No, I wouldn’t.
Selain untuk menunjukan waktu dalam bentuk tenses, will dan would memiliki kegunaan lain yang kedua-duanya ada yang berbeda satu sama lain, ada pula yang sama. Dan meskipun sama bukan berarti artinya pun akan sama.
Kalau disimpulkan, sebenarnya inilah fungsi spesifik, baik itu dari willvs would:
3.2 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait kemampuan dan kemauan, melakukan suatu tindakan, sesuai dengan konteks penggunaannya. (Perhatikan unsur kebahasaan can, will)
4.2 Menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait kemampuan dan kemauan, melakukan suatu tindakan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
Stating Capability
Capability artinya kemampuan/kesanggupan untuk melakukan/mengerjakan sesuatu. Untuk mengekspresikan kemampuan atau kapabilitas dalam Bahasa Inggris, kita dapat menggunakan modal “can, could, atau be able” yang artinya “dapat/bisa”
Can
Can dapat digunakan untuk menyatakan kapabilitas dalam bentuk present tense/masa sekarang.
Pola umum: S+Can +V1
Perhatikan Can selalu diikuti kata kerja bentuk pertama
Contoh dalam Kalimat:
-Jono can climb a tree. (Jono dapat memanjat pohon)
-Siti can cook fried rice. (Siti bisa memasak nasi goreng).
-Father and I can swim very well.
-They can play guitars.
-Birds can fly
Untuk menyatakan ketidakmampuan dapat ditambahkan –not, (can not/can’t)
Contoh:
-Tiara can not ride a bicycle.
-Mother can’t run fast
-A penguin can’t fly.
Untuk membentuk kalimat tanya (interogative sentence), maka Can diletakkan di depan kalimat.
Contoh:
-Can he sing a song? Yes, he can/no, he cannot
-Can a gecko crawl? Yes, it can
-Can you come to my birthday party? No, I can’t. I’m busy.
Menggunakan can dengan Question Words (5W + 1 H):
-What can I do for you?
-Why can’t you come to my house?
-How can you fly a kite?
-Etc.
Could
Could fungsinya sama dengan can. Perbedaanya adalah could digunakan untuk mengeskpresikan action atau tindakan dalam bentuk past tense/bentuk lampau. Selain past tense, could dimaksudkan supaya lebih sopan (polite) bukan bentuk past.
Contoh:
-Santi could walk 20 kilometers away.
-The policeman could arrest the criminal.
-Dani could not dance.
-Could you please open the door?
-Could she win the singing contest? Yes, she could/ No, She couldn’t.
-What could your friend do to me?
Be able to
Bentuk ini dapat juga digunakan untuk menyatakan kapabilitas. Be(am, is, are/was, were) dapat digunakan baik present tense maupun past tense.
Pola umum: S+be able to + V1
Contoh:
-She is able to finish the job herself.
-Toni and tini are able to collaborate.
-They are able to win the football match.
-Mother is able to cook delicious menus.
-I am able to fix the leakage.
Untuk menyatakan kalimat negatif atau ketidakmampuan dapat ditambahkan –not setelah to be/be.
Contoh:
-We are not able to continue the jorney.
-Ita is not able to come on time.
-The dog is not able to overtake the cat anymore.
-I am not able to be with her anymore.
Untuk membuat kalimat tanya(interogative) be diletakkan di depan kalimat.
Contoh:
-Is uncle Ben able to make a delicious cakes? Yes he is. No, he is not.
-Are they able to compete in international level? Yes, they are. No they are not
3.2 menerapkan fungsi sosial,
struktur teks, dan unsur
kebahasaan teks interaksi
transaksional lisan dan
tulis yang melibatkan
tindakan memberi dan
meminta informasi terkait
kemampuan dan
kemauan, melakukan suatu tindakan, sesuai dengan konteks penggunaannya. (Perhatikan unsur
kebahasaan can, will)
4.2 menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait kemampuan dan kemauan, melakukan suatu tindakan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.
Adapun formula dari modal adalah sebagai berikut :
Ketika kata benda (noun) yang kita bicarakan kuatitasnya/ jumlahnya satu, maka kita menggunakan "one" untuk merangkan keterangan kuantitasnya. Tetapi apabila benda yang kita bicarakan lebih dari satu maka kita menggunakan "ones".
3.1 menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi interpersonal lisan dan tulis yang melibatkan tindakan meminta perhatian, mengecek pemahaman, menghargai kinerja, meminta dan mengungkapkan pendapat, serta menanggapinya, sesuai dengan konteks penggunaannya.
4.1 menyusun teks interaksi interpersonal lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan meminta perhatian, mengecek pemahaman, menghargai kinerja, serta meminta dan mengungkapkan pendapat, dan menanggapinya dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.